Wulandari ; Di Balik Snack dan Nasi Box, Ada Perjuangan Seorang Ibu Menjaga Masa Depan Anak

SURAKARTA —Kehilangan pasangan hidup tidak membuat langkah seorang ibu berhenti. Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan, ia memilih untuk terus berikhtiar melalui usaha kecil yang dirintis dengan penuh keterbatasan.

Setelah suaminya meninggal dunia, ia mengawali usaha dengan menjual makanan secara titip jual di sejumlah tenongan dan warung di sekitar tempat tinggalnya. Namun, hasil yang diperoleh dirasakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama biaya sekolah anak.

Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk berani mengambil langkah baru. Ia mulai menerima pesanan snack dan nasi box untuk berbagai keperluan.

“Kalau hanya menitipkan makanan, sepertinya memang belum bisa diandalkan untuk biaya sekolah. Karena itu saya memberanikan diri membuka pesanan snack dan nasi box,” ungkapnya.

Perjalanan usaha tersebut tentu tidak selalu mudah. Pesanan belum datang secara rutin. Dalam satu minggu maupun satu bulan, belum tentu selalu ada pesanan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berusaha.

Promosi terus dilakukan, berbagai kekurangan terus dipelajari, dan kemampuan dalam menjalankan usaha terus diperbaiki. Dengan modal yang masih terbatas dan penghasilan yang belum menentu, ia berusaha menjaga agar usaha tersebut tetap berjalan.

Baginya, setiap pesanan yang datang bukan sekadar pemasukan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anaknya.

“Yang bisa saya lakukan hanya berusaha, selebihnya saya serahkan kepada Allah,” tuturnya.

Melalui Program Bantuan Usaha Orang Tua Adik Asuh, UPZ UNS turut memberikan dukungan untuk membantu menguatkan usaha yang sedang dirintis tersebut. Bantuan usaha diharapkan dapat menjadi tambahan modal agar kegiatan usaha dapat terus berjalan, berkembang, dan secara bertahap meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Program ini tidak semata-mata memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga penerima manfaat. Dengan usaha yang semakin berkembang, diharapkan orang tua dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih kuat sehingga kebutuhan keluarga dan pendidikan anak dapat lebih terjamin.

Bagi UPZ UNS, setiap usaha kecil yang tumbuh adalah bagian dari proses menuju kemandirian. Dukungan dari para muzaki dan donatur diharapkan dapat terus menghadirkan kesempatan bagi para penerima manfaat untuk bangkit, berusaha, dan menata masa depan keluarganya.

Dari sebuah usaha kecil, tumbuh harapan besar. Dari sebuah ikhtiar, ada masa depan anak yang sedang diperjuangkan.

Semoga Allah memberikan kelancaran rezeki, keberkahan dalam usaha, serta kekuatan bagi keluarga penerima manfaat untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih mandiri.