Alfano Putra Sanjaya; Si Kecil yang Rajin ke Masjid dan Bermimpi Menjadi Atlet

Alfano Putra Sanjaya, atau yang akrab dipanggil Fano, adalah anak sulung dari dua bersaudara. Saat ini, Fano duduk di kelas 3 SD. Seperti anak-anak seusianya, hari-harinya banyak dihabiskan untuk sekolah dan bermain bersama teman-teman.

Namun, ada satu kebiasaan Fano yang membuatnya istimewa.

Setiap kali azan berkumandang, Fano akan menghentikan aktivitas bermainnya dan bergegas menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Menariknya, selepas salat, ia kembali bermain bersama teman-temannya. Sederhana, tetapi dari kebiasaan itu terlihat bagaimana Fano belajar menempatkan kewajiban di tengah keseruannya sebagai seorang anak.

Fano tinggal bersama adiknya, Fino, dan keluarga budhenya. Dalam urusan belajar, Fano juga tidak sendirian. Saat mengerjakan PR maupun mempersiapkan diri menghadapi ujian, ia biasanya ditemani oleh nenek dan kakak sepupunya.

Di sekolah, matematika menjadi pelajaran favorit Fano. Baginya, matematika itu asyik. Sementara Bahasa Jawa dan Olahraga menjadi pelajaran yang menurutnya cukup menantang. Bahasa Jawa terasa sulit karena pembelajarannya banyak menggunakan bahasa Jawa krama yang sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Begitu pula dengan olahraga, terutama ketika harus memahami istilah-istilah yang disampaikan di kelas.

Padahal, olahraga justru menjadi salah satu hal yang paling Fano sukai.

Ia memiliki cita-cita menjadi atlet sepak bola. Kecintaannya pada olahraga sudah ia tunjukkan dengan mengikuti pertandingan sepak bola dan bulu tangkis dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI. Meski belum berhasil membawa pulang juara, keberanian untuk mencoba dan pengalaman bertanding menjadi langkah kecil dalam perjalanan panjangnya.

Semoga Fano terus tumbuh menjadi anak yang rajin, berani mencoba, dan pantang menyerah. Semoga kebiasaannya menjaga salat, semangat belajarnya, serta kecintaannya pada olahraga menjadi bekal untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-citanya.

Karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang terus dijaga.