UPZ UNS Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT

MANGGARAI, NTT — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus bergerak. Pada Selasa, 25 Agustus 2026, Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana UNS (BKPB UNS) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa di Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Desa Riung menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sivitas akademika UNS kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat dan berupaya memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat bencana.

laporan Kecamatan Cibal mencatat total kerusakan pemukiman di wilayah tersebut mencapai 2.470 unit rumah, dengan rincian 1.019 rusak berat, 510 rusak sedang, dan 941 rusak ringan. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diperbarui 23 Agustus 2026, gempa bumi Flores telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan banyak warga harus meninggalkan rumah dan bertahan di lokasi-lokasi pengungsian. Pemerintah Kabupaten Manggarai menyebut terdapat sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Cibal yang menampung warga dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian warga diperkirakan harus tinggal di lokasi pengungsian dalam waktu yang cukup panjang sehingga kebutuhan pangan, air bersih, perlengkapan tempat tinggal, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya masih diperlukan.

Kondisi pengungsian juga menjadi salah satu alasan pentingnya penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah terdampak. Sejumlah laporan mengenai penanganan gempa di Manggarai menunjukkan bahwa distribusi bantuan masih menghadapi tantangan, terutama untuk menjangkau warga yang berada di lokasi pengungsian dan wilayah yang aksesnya tidak mudah. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Melalui kerja sama UPZ UNS dan BKPB UNS bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Desa Riung sekaligus memberikan dukungan moral bahwa masyarakat terdampak bencana tidak menghadapi situasi ini sendirian. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen UNS untuk menghadirkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Manajer Operasional UPZ UNS, Catur Wibowo, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan bencana merupakan bagian dari ikhtiar UPZ UNS dalam mengoptimalkan dana umat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang terdampak bencana alam.
Kolaborasi dengan BKPB UNS juga menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kemanusiaan UNS agar bantuan dapat disalurkan secara terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penyaluran bantuan ke Desa Riung sekaligus menegaskan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal jarak. Dari UNS di Jawa Tengah hingga masyarakat di Flores, kepedulian dan gotong royong terus diupayakan untuk membantu warga bangkit dari dampak bencana.
UPZ UNS bersama BKPB UNS berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga terdampak serta menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Desa Riung. Dukungan dan doa dari berbagai pihak juga diharapkan terus mengalir bagi seluruh korban gempa Flores, khususnya mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan akibat bencana.