Perjuangan Ibu Wahyuni: Menjaga Asa Keluarga dari Balik Gerobak Angkringan

Di balik hangatnya secangkir teh dan sederhana sajian angkringan, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah berikhtiar demi keluarganya. Beliau adalah Ibu Wahyuni, penerima manfaat Program Bantuan Usaha Orang Tua Adik Asuh UPZ UNS bulan ini.


Program Bantuan Usaha Orang Tua Adik Asuh merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi UPZ UNS untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat. Melalui program ini, UPZ UNS berharap para orang tua dapat memiliki usaha yang lebih berkembang sehingga mampu menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak mereka.

Sejak lama, Ibu Wahyuni menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha angkringan atau HIK yang beliau kelola setiap hari. Perjalanan usaha tersebut tidak selalu mudah. Dahulu, beliau berjualan di depan sebuah sekolah dan sering menghadapi penertiban dari petugas, sehingga harus berpindah-pindah tempat untuk mencari nafkah.

Namun, semangatnya tidak pernah surut. Kini, Ibu Wahyuni telah mendapatkan lokasi berjualan yang lebih strategis dan aman, sehingga dapat melayani pelanggan dengan lebih nyaman dan tenang.
Meski demikian, keterbatasan peralatan masih menjadi tantangan dalam menjalankan usahanya. Selama ini beliau hanya memiliki satu kompor, sehingga ketika beberapa pelanggan memesan makanan secara bersamaan, proses memasak harus dilakukan secara bergantian. Kondisi tersebut tentu memengaruhi kecepatan pelayanan dan potensi penjualan.

Melalui bantuan usaha dari UPZ UNS, Ibu Wahyuni berencana membeli kompor dua tungku, rak meja, serta menambah stok bahan jualan. Peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyajian makanan, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan memperlancar perkembangan usahanya.

Dengan penuh rasa syukur, Ibu Wahyuni menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan UPZ UNS yang telah memberikan perhatian kepada keluarganya.

“Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur dan UPZ UNS dengan keberkahan yang berlipat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk terus berusaha dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga, khususnya untuk mendukung pendidikan anak kami,” ungkap Ibu Wahyuni.

Kisah Ibu Wahyuni menjadi pengingat bahwa bantuan yang diberikan para donatur bukan sekadar bantuan modal usaha. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan harapan, menguatkan semangat perjuangan, dan membuka jalan bagi keluarga untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan melalui UPZ UNS menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi sesama.