Laporan Kinerja Semester I Tahun 2026 UPZ UNS

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) dapat menyelesaikan berbagai program dan layanan kepada masyarakat selama Semester I Tahun 2026.

Laporan ini bukan sekadar kumpulan angka penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Lebih dari itu, laporan ini merupakan gambaran nyata bagaimana setiap amanah yang dititipkan oleh para muzaki, munfik, dan donatur telah diubah menjadi manfaat yang dirasakan oleh ribuan penerima manfaat melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, UPZ UNS berhasil menghimpun dana lebih dari Rp2,01 miliar dan menyalurkan hampir Rp1,98 miliar kepada 20.866 penerima manfaat. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja organisasi dalam mengelola dana secara profesional, tetapi juga menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat kepada UPZ UNS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, transparan, dan akuntabel.

Berbagai program strategis terus dikembangkan agar manfaat zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Program beasiswa membantu mahasiswa dan pelajar melanjutkan pendidikan, pembangunan sumur bersih menghadirkan akses air bagi masyarakat yang membutuhkan, layanan ambulans memberikan kemudahan bagi masyarakat dhuafa, sementara Program Ramadhan Berbagi dan Kurban Sampai Pelosok memperluas manfaat hingga ribuan penerima di berbagai daerah.

UPZ UNS Optimalkan Kepercayaan Donatur, Penghimpunan Dana Capai Lebih dari Rp2 Miliar

UPZ UNS berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp2.018.315.356 selama Semester I Tahun 2026. Capaian tersebut merupakan 81,56% dari target penghimpunan semester sebesar Rp2.474.432.946.

Meskipun belum mencapai target yang telah ditetapkan, penghimpunan dana pada Semester I menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat dan sivitas akademika Universitas Sebelas Maret yang tetap tinggi terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan di UPZ UNS. Capaian ini menjadi modal penting untuk mengoptimalkan strategi penghimpunan pada Semester II Tahun 2026.

Berdasarkan komposisi jenis dana yang dihimpun, infak dan sedekah masih menjadi sumber penerimaan terbesar dengan nilai Rp1.526.914.219 atau 76% dari total penghimpunan. Sementara itu, dana zakat mencapai Rp491.401.137 atau 24% dari total penerimaan. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa budaya berbagi melalui infak dan sedekah masih menjadi pilihan utama para donatur, sekaligus membuka peluang bagi UPZ UNS untuk meningkatkan edukasi dan optimalisasi penghimpunan zakat, khususnya zakat profesi dan zakat maal.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, UPZ UNS memperoleh dukungan dari 958 donatur. Sebanyak 602 donatur (63%) berasal dari masyarakat umum atau eksternal UNS, sedangkan 356 donatur (37%) berasal dari sivitas akademika Universitas Sebelas Maret. Data ini menunjukkan bahwa jangkauan layanan UPZ UNS semakin luas dan tidak hanya dipercaya oleh keluarga besar UNS, tetapi juga oleh masyarakat umum yang terus bertambah setiap tahunnya.

Dari sisi minat donatur terhadap program-program penghimpunan, Program Kurban menjadi program dengan penerimaan tertinggi, yaitu sebesar Rp584.200.000. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa kurban masih menjadi momentum terbesar dalam penghimpunan dana sosial keagamaan sekaligus menjadi salah satu program unggulan UPZ UNS.

Posisi kedua ditempati oleh Program Ramadhan Berbagi dengan penghimpunan sebesar Rp232.670.000. Besarnya dukungan pada program ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat dalam berbagi kebahagiaan selama bulan suci Ramadhan melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, Program Masjid Nurul Huda UNS berhasil menghimpun dana sebesar Rp174.511.566, mencerminkan besarnya perhatian jamaah terhadap pengembangan pusat dakwah dan pelayanan ibadah di lingkungan Universitas Sebelas Maret.

Di luar program-program terikat, Infak dan Sedekah Tidak Terikat juga memberikan kontribusi yang sangat signifikan dengan nilai Rp131.331.009. Dana ini memiliki peran strategis karena dapat digunakan secara lebih fleksibel untuk mendukung berbagai program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada bidang pendidikan, Program Santunan Yatim berhasil menghimpun Rp86.150.000, sedangkan Program Kakak Asuh memperoleh dukungan sebesar Rp44.265.056. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kepedulian donatur terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim dan keluarga dhuafa tetap menjadi salah satu prioritas utama.

Sementara itu, pada sektor kemanusiaan, Program Sumur Bersih berhasil menghimpun Rp49.985.003, menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap penyediaan akses air bersih bagi wilayah-wilayah yang mengalami krisis air. Dukungan juga diberikan pada program kebencanaan, dunia Islam, layanan ambulans, pembangunan masjid, pengadaan Al-Qur’an, mukena, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya seperti fidyah dan kafarat.

Secara umum, pola penghimpunan Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa donatur cenderung memilih program-program yang memiliki dampak nyata, mudah dirasakan masyarakat, serta memiliki momentum keagamaan yang kuat seperti Kurban dan Ramadhan. Kondisi ini menjadi dasar bagi UPZ UNS untuk terus memperkuat strategi kampanye berbasis program, memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, meningkatkan pelayanan kepada donatur, serta mengembangkan inovasi digital agar penghimpunan pada Semester II dapat tumbuh lebih optimal.

UPZ UNS optimistis target penghimpunan tahunan masih dapat dicapai melalui penguatan penghimpunan zakat profesi, perluasan jaringan donatur eksternal, optimalisasi kampanye digital, peningkatan kerja sama dengan unit kerja di lingkungan UNS, serta pengembangan program-program yang memberikan dampak sosial secara langsung kepada masyarakat.

UPZ UNS Salurkan Hampir Rp2 Miliar kepada Lebih dari 20 Ribu Penerima Manfaat

UPZ UNS berkomitmen dalam mengelola amanah zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sepanjang Semester I Tahun 2026, UPZ UNS berhasil menyalurkan dana sebesar Rp1.983.799.929 kepada 20.866 penerima manfaat melalui berbagai program di bidang kemanusiaan, kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan dakwah.

Dari total dana yang disalurkan, dana infak menjadi sumber penyaluran terbesar dengan nilai Rp1.521.630.645 atau 77%, sedangkan dana zakat mencapai Rp462.169.285 atau 23%. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa dana infak memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, sementara dana zakat tetap disalurkan sesuai ketentuan syariat kepada para mustahik yang berhak menerima.

Dilihat dari asal penerima manfaat, sebanyak 63% atau senilai Rp1.257.854.491 disalurkan kepada sivitas akademika Universitas Sebelas Maret, baik mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun kegiatan kemaslahatan kampus. Sementara itu, 37% atau sebesar Rp725.945.438 disalurkan kepada masyarakat umum di berbagai daerah. Komposisi ini mencerminkan peran UPZ UNS yang tidak hanya hadir sebagai lembaga pengelola zakat di lingkungan kampus, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Berdasarkan pilar program, penyaluran terbesar berada pada bidang dakwah dengan nilai Rp1.221.345.938 atau 62% dari total penyaluran. Selanjutnya disusul bidang pendidikan sebesar Rp307.266.250 (15%), operasional amil sebesar Rp252.489.241 (13%), kemanusiaan sebesar Rp162.351.500 (8%), kesehatan sebesar Rp31.347.000 (2%), dan ekonomi sebesar Rp9.000.000.

Dari sisi jumlah penerima manfaat, program dakwah memberikan dampak paling luas dengan menjangkau 19.290 jiwa atau sekitar 92% dari seluruh penerima manfaat. Program kemanusiaan menjangkau 820 jiwa, bidang pendidikan 391 jiwa, bidang kesehatan 355 jiwa, dan bidang ekonomi 10 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa program-program berbasis pelayanan massal dan momentum keagamaan masih menjadi penyumbang manfaat terbesar bagi masyarakat.

Penyaluran dana zakat juga telah dilaksanakan sesuai prinsip syariah berdasarkan delapan golongan (asnaf). Sebagian besar dana zakat disalurkan kepada kelompok fisabilillah sebesar Rp291.759.218 atau 63,13%, yang meliputi berbagai kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan kemaslahatan umat. Selanjutnya disalurkan kepada kelompok miskin sebesar Rp103.926.555 (22,49%), amil sebesar Rp58.448.012 (12,65%), serta fakir sebesar Rp8.035.500 (1,74%). Pada Semester I Tahun 2026 belum terdapat penyaluran kepada asnaf mualaf, riqab, gharimin, maupun ibnu sabil karena belum terdapat kebutuhan yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan syariat.

Pada bidang kemanusiaan, UPZ UNS menyalurkan dana sebesar Rp162.351.500 kepada 820 penerima manfaat. Program terbesar adalah Bantuan Keluarga Dhuafa Ramadhan dengan nilai Rp75.168.000 yang membantu 504 keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan. Selain itu, UPZ UNS menyalurkan bantuan kepada keluarga dhuafa sepanjang tahun, memberikan bantuan bagi korban bencana, melaksanakan pembangunan Sumur Bersih di daerah yang mengalami krisis air untuk 93 penerima manfaat, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada bidang kesehatan, dana sebesar Rp31.347.000 disalurkan kepada 355 penerima manfaat. Program unggulan berupa Layanan Ambulans Gratis menjadi layanan kesehatan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat dengan 354 layanan, sementara bantuan kesehatan bagi masyarakat dhuafa juga diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan yang mendesak.

Pada bidang ekonomi, UPZ UNS menyalurkan Rp9.000.000 kepada 10 penerima manfaat melalui bantuan modal usaha. Program ini meliputi bantuan usaha bagi mahasiswa serta bantuan usaha bagi orang tua peserta Program Adik Asuh sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama UPZ UNS dengan total penyaluran sebesar Rp307.266.250 kepada 391 penerima manfaat. Berbagai program beasiswa berhasil dilaksanakan, antara lain Beasiswa Relawan, Beasiswa Mahasiswa Takmir Masjid Nurul Huda UNS, Beasiswa Subsidi UKT bagi mahasiswa UNS, Beasiswa Insidental, Program Adik Asuh jenjang SMP dan SMA, Beasiswa Yatim, Bingkisan Ramadhan bagi anak yatim, Program Bimbingan Belajar, hingga berbagai bantuan pendidikan lainnya. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen UPZ UNS dalam menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda dari keluarga yang membutuhkan.

Pada bidang dakwah, UPZ UNS menyalurkan dana sebesar Rp1.221.345.938 kepada 19.290 penerima manfaat. Program terbesar adalah Ramadhan Berbagi dengan nilai Rp340.524.138 yang memberikan manfaat kepada 14.063 orang melalui berbagai layanan sosial dan keagamaan selama bulan Ramadhan. Selain itu, Program Kurban menjadi salah satu program unggulan dengan nilai penyaluran Rp682.266.300 yang memberikan manfaat kepada 4.896 penerima manfaat di berbagai wilayah. Dukungan juga diberikan melalui penyelenggaraan kajian keislaman, operasional Masjid Nurul Huda UNS sebagai pusat dakwah kampus, pembangunan Masjid Impian, serta kegiatan sosialisasi dan edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.

Sebagai lembaga amil zakat, UPZ UNS juga mengalokasikan dana operasional sebesar Rp252.489.241 sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kesejahteraan amil, pengembangan organisasi, pemeliharaan aset, administrasi umum, serta penyusutan aset, sehingga pelayanan kepada muzaki, munfik, dan mustahik dapat terus berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Sepanjang Semester I Tahun 2026, penyaluran dana UPZ UNS menunjukkan bahwa amanah para muzaki dan donatur telah diterjemahkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, UPZ UNS akan terus memperkuat program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan, memperluas jangkauan penerima manfaat, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan setiap dana yang dititipkan memberikan dampak sosial yang semakin besar.

Penguatan Penghimpunan Zakat Profesi melalui Sinergi dengan BAZNAS

Penghimpunan zakat profesi di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) terus menunjukkan komitmen sivitas akademika dalam menunaikan kewajiban zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS. Selama Semester I Tahun 2026, tercatat 328 dosen dan tenaga kependidikan aktif menunaikan zakat profesi melalui mekanisme potong gaji.

Partisipasi tersebut berasal dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UNS, yaitu Fakultas Keolahragaan (FKOR) sebanyak 12 muzaki, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 30 muzaki, Fakultas Pertanian (FP) 34 muzaki, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 15 muzaki, Fakultas Teknik (FT) 26 muzaki, Unit Pusat sebanyak 29 muzaki, serta Sekolah Vokasi (SV) 10 muzaki. Partisipasi ini menjadi bukti semakin tumbuhnya kesadaran berzakat di lingkungan Universitas Sebelas Maret.

Sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat nasional, dana zakat profesi yang dihimpun oleh UPZ UNS selanjutnya disetorkan kepada BAZNAS sebagai bentuk pelaksanaan fungsi UPZ dalam sistem pengelolaan zakat nasional. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, UPZ UNS memperoleh hak tasaruf sebesar 50% dari dana zakat yang disetorkan untuk dikelola dan disalurkan kembali kepada para mustahik melalui berbagai program di lingkungan UNS maupun masyarakat.

Selama Semester I Tahun 2026, hak tasaruf yang diterima UPZ UNS mencapai Rp264.130.000. Penerimaan tersebut terdiri atas Rp22.900.000 pada Januari, Rp22.900.000 pada Februari, Rp23.150.000 pada Maret, Rp139.900.000 pada April, Rp29.730.000 pada Mei, dan Rp25.550.000 pada Juni. Peningkatan yang signifikan pada bulan April merupakan hasil penyaluran akumulasi hak tasaruf dari BAZNAS sesuai mekanisme administrasi dan jadwal pencairan yang berlaku.

Dana hak tasaruf tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan strategis bagi UPZ UNS dalam menjalankan berbagai program penyaluran zakat, khususnya pada bidang pendidikan, dakwah, kemanusiaan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui mekanisme ini, sinergi antara UPZ UNS dan BAZNAS diharapkan terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat.

Media Digital dan Kemitraan Strategis Perkuat Edukasi ZIS kepada Masyarakat

Surakarta – Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) terus memperkuat edukasi zakat, infak, sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) melalui berbagai media komunikasi digital maupun konvensional. Sepanjang Semester I Tahun 2026, strategi edukasi dilakukan secara terpadu melalui media sosial, website, media promosi, dokumentasi kegiatan, kampanye program, serta kolaborasi dengan berbagai organisasi mahasiswa dan mitra strategis. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan ZIS sekaligus memperluas kepercayaan publik terhadap UPZ UNS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional dan amanah.

Media sosial masih menjadi sarana utama dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Selama Januari hingga Juni 2026, UPZ UNS berhasil mempublikasikan 257 konten, terdiri atas 209 poster digital dan 48 konten video, atau rata-rata 43 konten setiap bulan. Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen UPZ UNS dalam menghadirkan informasi yang edukatif, inspiratif, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui platform digital.

Dari sisi jangkauan, media sosial UPZ UNS menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Dalam periode 90 hari terakhir, akun Instagram mencatat 208.785 tayangan (views) dengan 52.310 akun berhasil dijangkau, meningkat sekitar 150,9% dibandingkan periode sebelumnya. Menariknya, 58,8% dari jangkauan tersebut berasal dari masyarakat yang belum mengikuti akun Instagram UPZ UNS. Hal ini menunjukkan bahwa konten edukasi yang dipublikasikan mampu menjangkau audiens baru sehingga memperluas penyebaran informasi mengenai zakat, infak, sedekah, dan berbagai program sosial yang dikelola UPZ UNS.

Pertumbuhan pengikut media sosial juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Semester I Tahun 2026, akun Instagram UPZ UNS memiliki 4.213 pengikut dengan pertumbuhan bersih 93 pengikut baru dalam tiga bulan terakhir. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk mengikuti informasi dan aktivitas sosial yang diselenggarakan oleh UPZ UNS.

Interaksi masyarakat terhadap konten edukasi juga terus meningkat. Selama periode yang sama tercatat 5.996 interaksi, yang berasal hampir seimbang dari pengikut maupun masyarakat umum. Konten berbentuk feed informatif menjadi media yang paling efektif dengan kontribusi 73,1% terhadap seluruh interaksi, disusul konten Reels sebesar 26,2%. Selain memperoleh ribuan tanda suka, konten-konten tersebut juga banyak disimpan dan dibagikan oleh pengguna, menunjukkan bahwa materi edukasi yang disampaikan dinilai bermanfaat dan relevan bagi masyarakat.

Selain media sosial, website resmi UPZ UNS tetap menjadi salah satu media edukasi dan publikasi utama. Meskipun pengelolaan website sempat menghadapi pembatasan akses akibat serangan bot, selama Semester I Tahun 2026 UPZ UNS tetap berhasil mempublikasikan 52 berita mengenai program penghimpunan, penyaluran, edukasi zakat, serta berbagai aktivitas kelembagaan. Hal ini menunjukkan komitmen UPZ UNS dalam menjaga transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Untuk memperkuat dokumentasi dan akuntabilitas, seluruh kegiatan UPZ UNS didokumentasikan secara terpusat melalui media penyimpanan digital berbasis Google Drive. Sistem dokumentasi ini memudahkan proses pengarsipan, penyusunan laporan, publikasi kegiatan, serta penyediaan dokumentasi bagi berbagai kebutuhan kelembagaan.

Edukasi ZIS juga diperkuat melalui media promosi konvensional. Selama Semester I Tahun 2026, UPZ UNS memproduksi dan mendistribusikan berbagai media branding, antara lain banner jalan, roll banner, direct mail, brosur, backdrop kegiatan, spanduk, kaos, dan media pendukung lainnya. Media tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kampanye Ramadhan, Kurban, dan Muharram sehingga pesan-pesan edukasi dapat menjangkau sivitas akademika UNS maupun masyarakat luas secara langsung.

Salah satu keberhasilan terbesar pada Semester I Tahun 2026 adalah kampanye Program Kurban Sampai Pelosok 2026. Kampanye yang didukung oleh publikasi digital yang intensif dan promosi secara langsung ini berhasil melampaui target penghimpunan, dari target awal 161 kambing dan 12 sapi menjadi realisasi 167 kambing dan 13 sapi. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa strategi edukasi dan komunikasi publik yang terintegrasi mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas kepercayaan donatur terhadap layanan UPZ UNS.

Dalam memperluas jangkauan edukasi, UPZ UNS juga menjalin kolaborasi dengan berbagai organisasi mahasiswa, komunitas, lembaga pendidikan, dan mitra strategis. Selama Semester I Tahun 2026, kerja sama tersebut berhasil mendukung berbagai program sosial dan menghasilkan penghimpunan dana kolaboratif sebesar Rp105.081.200. Sinergi ini menjadi bukti bahwa edukasi ZIS dapat berkembang lebih efektif melalui kemitraan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Meskipun berbagai capaian positif telah diraih, UPZ UNS tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan media edukasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah perlunya penyusunan content calendar yang lebih terstruktur, peningkatan produksi konten video pendek (Reels), penguatan koordinasi tim humas, serta pembagian tugas produksi konten yang lebih sistematis. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi sekaligus memperluas dampak edukasi zakat kepada masyarakat pada Semester II Tahun 2026.

Ke depan, UPZ UNS berkomitmen untuk terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui penguatan media edukasi, inovasi konten, serta kolaborasi dengan berbagai mitra, UPZ UNS berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.

Amil Profesional Menjadi Fondasi Penguatan Tata Kelola UPZ UNS

Keberhasilan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Selama Semester I Tahun 2026, Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui dukungan pengurus, amil profesional, serta relawan yang bekerja secara kolaboratif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada muzaki, munfik, dan mustahik.

UPZ UNS berada di bawah pembinaan Rektor Universitas Sebelas Maret., serta didukung oleh Dewan Pengawas dan Dewan Syariah yang terdiri dari para akademisi dan pakar di bidangnya. Keberadaan Dewan Pengawas berperan dalam memastikan pengelolaan lembaga berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance), sedangkan Dewan Syariah memberikan pendampingan agar seluruh aktivitas penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Pelaksanaan operasional UPZ UNS dipimpin oleh jajaran pengurus yang terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, para Koordinator bidang SDM dan Kesekretariatan, Keuangan, Penyaluran dan Pendayagunaan, serta Penggalangan Dana, yang didukung oleh seorang Manajer Umum. Struktur organisasi tersebut menjadi penghubung antara kebijakan strategis organisasi dengan pelaksanaan operasional sehari-hari sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif dan terarah.

Dalam menjalankan operasional harian, UPZ UNS didukung oleh 8 orang amil profesional yang menangani bidang operasional, administrasi dan SDM, keuangan, penghimpunan dana internal, penghimpunan dana eksternal, program penyaluran, serta staf program. Selain itu, terdapat 9 relawan mahasiswa yang aktif membantu pelaksanaan berbagai kegiatan pelayanan, edukasi, penghimpunan, hingga program sosial di lapangan. Kehadiran relawan tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pengelolaan zakat secara profesional.

Dari sisi kompetensi, SDM UPZ UNS memiliki latar belakang pendidikan dan sertifikasi yang mendukung profesionalisme lembaga. Manajer Operasional merupakan lulusan Manajemen Zakat dan Wakaf, memiliki Sertifikasi Amil Zakat dan Sertifikasi Nazir Wakaf, serta berpengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengelolaan lembaga amil zakat. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam memastikan tata kelola operasional berjalan sesuai regulasi, standar profesional, dan prinsip syariah.

Pada bidang penghimpunan dana, manajer fundraising telah memiliki Sertifikasi Amil Zakat dengan latar belakang pendidikan sarjana, sehingga mampu mengembangkan strategi penghimpunan yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat dan teknologi. Sementara itu, pengelolaan keuangan ditangani oleh manajer berlatar belakang akuntansi, sehingga mendukung penyusunan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar pengelolaan dana zakat.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, UPZ UNS menerapkan sistem pemantauan kinerja yang dilakukan secara berjenjang melalui rapat koordinasi pekanan, rapat bulanan, evaluasi semester, serta penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Forum-forum tersebut menjadi media evaluasi capaian program, penyelesaian kendala operasional, serta penyusunan strategi pengembangan organisasi secara berkelanjutan.

Di samping evaluasi rutin, UPZ UNS juga telah menerapkan sistem absensi dan pemantauan kinerja berbasis daring (online) sehingga proses monitoring aktivitas pegawai dapat dilakukan secara lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik. Sistem penggajian juga disusun berdasarkan prinsip profesionalisme dengan mempertimbangkan jabatan, kapasitas, tingkat pendidikan, serta masa kerja masing-masing amil.

Dalam pengelolaan SDM, proses penerimaan pegawai dilakukan melalui mekanisme rekrutmen untuk memperoleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap pengelolaan zakat. Seluruh aktivitas operasional saat ini masih menggunakan pola Work From Office (WFO) guna menjaga koordinasi, kualitas pelayanan, dan responsivitas terhadap kebutuhan muzaki maupun mustahik. Meskipun demikian, UPZ UNS terus membuka peluang pengembangan sistem kerja berbasis digital sebagai bagian dari transformasi organisasi di masa mendatang.

Secara keseluruhan, kondisi SDM UPZ UNS pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa organisasi telah memiliki fondasi kelembagaan yang kuat, didukung oleh tata kelola yang jelas, pengurus yang berpengalaman, amil yang kompeten, serta relawan yang aktif. Ke depan, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan, sertifikasi profesi, pengembangan kompetensi digital, dan regenerasi amil menjadi salah satu prioritas strategis untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat peran UPZ UNS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berdampak bagi masyarakat.

KONTRIBUSI UPZ UNS TERHADAP PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)

Pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Sepanjang Semester I Tahun 2026, berbagai program yang dijalankan Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian sejumlah tujuan SDGs melalui pendekatan filantropi Islam yang berorientasi pada pemberdayaan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.

Dari 17 tujuan SDGs yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), program-program UPZ UNS telah berkontribusi secara langsung terhadap 11 tujuan utama, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penyediaan akses air bersih, penguatan ketahanan pangan, hingga pembangunan kemitraan dan kelembagaan yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial yang selaras dengan agenda pembangunan nasional maupun global.

Kontribusi terbesar terlihat pada Tujuan 1 (No Poverty/Mengakhiri Kemiskinan). Berbagai program beasiswa, subsidi UKT mahasiswa UNS, Program Adik Asuh, Beasiswa Yatim, bingkisan Ramadhan untuk anak yatim, hingga pendampingan usaha bagi orang tua Adik Asuh menjadi bentuk intervensi yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membuka akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa UPZ UNS tidak hanya mengurangi beban ekonomi masyarakat, tetapi juga berupaya memutus rantai kemiskinan melalui investasi pada sumber daya manusia.

Pada Tujuan 2 (Zero Hunger/Mengakhiri Kelaparan), UPZ UNS berkontribusi melalui berbagai program bantuan pangan bagi keluarga dhuafa, distribusi fidyah, layanan buka puasa dan sahur di Masjid Nurul Huda UNS, serta Program Kurban Sampai Pelosok. Program-program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pada momentum tertentu, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan pangan masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen terhadap Tujuan 3 (Good Health and Well-being) diwujudkan melalui penyelenggaraan Layanan Ambulans Gratis serta bantuan kesehatan bagi masyarakat dhuafa. Kehadiran layanan ini memberikan akses transportasi kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.

Dalam mendukung Tujuan 4 (Quality Education), pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama UPZ UNS. Selain berbagai program beasiswa, lembaga juga menyelenggarakan bimbingan belajar bagi peserta Program Adik Asuh dan anak yatim. Program ini memperlihatkan bahwa dukungan pendidikan tidak hanya diberikan dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas akademik sehingga manfaat yang dihasilkan lebih berkelanjutan.

Kontribusi terhadap Tujuan 5 (Gender Equality) diwujudkan melalui pemberdayaan keluarga, khususnya para ibu dan wali penerima manfaat. Bantuan usaha bagi orang tua Program Adik Asuh, pendampingan usaha dhuafa, bantuan usaha mahasiswa, serta pembinaan orang tua dan wali anak yatim menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga tanpa membedakan gender, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Pada Tujuan 6 (Clean Water and Sanitation), UPZ UNS terus menghadirkan akses air bersih melalui Program Penyaluran Air Bersih dan pembangunan Sumur Mandiri maupun Sumur Kemitraan. Program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan.

UPZ UNS juga mendukung Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti bantuan usaha bagi mahasiswa, keluarga dhuafa, dan orang tua peserta Program Adik Asuh. Meskipun nilai penyalurannya masih relatif kecil dibandingkan bidang lainnya, program ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Kontribusi terhadap Tujuan 10 (Reduced Inequalities) diwujudkan melalui berbagai program yang memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, bantuan sosial, dan pembinaan. Program Wisata Adik Asuh serta bantuan bagi keluarga dhuafa menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan kesempatan yang lebih setara bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

Pada Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities), UPZ UNS berperan dalam memperkuat fungsi sosial dan keagamaan masyarakat melalui dukungan terhadap operasional Masjid Nurul Huda UNS serta pembangunan Masjid Impian di berbagai daerah. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan masyarakat, dan kegiatan sosial yang memperkuat ketahanan komunitas.

Peran UPZ UNS terhadap Tujuan 13 (Climate Action) juga terlihat melalui program tanggap bencana, distribusi air bersih saat musim kemarau, serta pembangunan sumur di daerah rawan kekeringan. Program-program tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan.

Sementara itu, kontribusi terhadap Tujuan 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi zakat, infak, dan sedekah, penguatan tata kelola kelembagaan, serta kepedulian terhadap masyarakat di kawasan konflik melalui Program Peduli Dunia Islam. Di sisi lain, Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) terus diperkuat melalui kolaborasi dengan sivitas akademika UNS, organisasi mahasiswa, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan program-program sosial dan kemanusiaan.

Meskipun demikian, analisis Semester I Tahun 2026 juga menunjukkan adanya beberapa tujuan SDGs yang belum menjadi fokus utama program UPZ UNS, seperti Affordable and Clean Energy (Tujuan 7), Industry, Innovation and Infrastructure (Tujuan 9), Responsible Consumption and Production (Tujuan 12), Life Below Water (Tujuan 14), dan Life on Land (Tujuan 15). Kondisi ini menjadi peluang bagi UPZ UNS untuk mengembangkan inovasi program berbasis lingkungan, energi terbarukan, ekonomi sirkular, serta konservasi ekosistem pada masa mendatang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan isu pembangunan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan program Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa UPZ UNS tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan berorientasi pada dampak, UPZ UNS terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) UPZ UNS

Evaluasi Semester I Tahun 2026

Sebagai bagian dari penerapan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel, UPZ UNS melakukan evaluasi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan pada RKAT Tahun 2026. Evaluasi Semester I bertujuan untuk mengukur tingkat pencapaian target tahunan, mengidentifikasi indikator yang telah memenuhi target, serta menentukan strategi percepatan pada Semester II.

Analisis Capaian

Evaluasi Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa UPZ UNS berada pada jalur yang positif dalam mencapai target kinerja tahunan. Dari indikator yang telah dapat diukur, sebagian besar berada pada kategori On Track bahkan beberapa telah melampaui target.

Kinerja terbaik ditunjukkan pada rasio penyaluran dana yang mencapai 98,29%, jauh di atas target minimal 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dana yang dihimpun dapat segera disalurkan kepada masyarakat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara optimal.

Dari sisi dampak sosial, jumlah penerima manfaat telah mencapai 20.866 jiwa, melampaui target tahunan sebanyak 18.326 jiwa. Capaian ini terutama didukung oleh keberhasilan Program Ramadhan Berbagi, Program Kurban, beasiswa pendidikan, bantuan kemanusiaan, layanan ambulans gratis, dan pembangunan sumur bersih.

Penghimpunan dana telah mencapai 57,65% dari target tahunan. Dengan mempertimbangkan bahwa Semester II masih memiliki beberapa momentum penghimpunan terbesar seperti zakat profesi, program akhir tahun, serta optimalisasi kemitraan, target tahunan masih sangat realistis untuk dicapai.

Beberapa indikator masih memerlukan penguatan, khususnya peningkatan jumlah muzaki aktif, donatur rutin, sertifikasi amil, inovasi kelembagaan, serta pengukuran kepuasan donatur. Selain itu, beberapa indikator belum dapat dievaluasi karena memerlukan sistem pelaporan yang lebih terintegrasi.

Secara keseluruhan, hasil evaluasi Semester I memperlihatkan bahwa tata kelola UPZ UNS berjalan dengan baik, penyaluran dana sangat efektif, dan dampak program terus meningkat. Fokus Semester II diarahkan pada percepatan penghimpunan dana, peningkatan kualitas layanan kepada donatur, digitalisasi sistem monitoring IKU, serta pengembangan program pemberdayaan mustahik agar memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.

Penutup

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Rektor Universitas Sebelas Maret selaku Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Syariah, jajaran Pengurus, seluruh amil, relawan, mitra kerja, hingga para muzaki, munfik, dan donatur yang senantiasa mempercayakan amanahnya kepada UPZ UNS. Sinergi tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang semakin profesional dan berdampak.

Semester I Tahun 2026 juga menjadi momentum penting bagi UPZ UNS untuk memperkuat transformasi kelembagaan. Pengembangan media edukasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan kemitraan, penguatan tata kelola organisasi, serta inovasi layanan kepada donatur terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu disempurnakan, baik dalam aspek penghimpunan, pengembangan program, digitalisasi layanan, maupun penguatan kapasitas organisasi. Oleh karena itu, laporan ini juga menjadi media evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun langkah-langkah strategis pada Semester II Tahun 2026 agar manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak sosial yang semakin luas.

Akhirnya, kami berharap laporan ini dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh pemangku kepentingan sekaligus menjadi inspirasi bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan mampu menghadirkan harapan, menguatkan kehidupan, dan menjadi investasi kebaikan yang terus mengalir manfaatnya.

Semoga Allah SWT senantiasa menerima setiap amal ibadah kita, memberkahi para muzaki dan donatur, serta memberikan kekuatan kepada seluruh insan UPZ UNS untuk terus mengabdi dan memberikan manfaat bagi umat.

 Surakarta, 23 Juli 2026

Catur Wibowo, S.E.

(Manajer Operasional)

Laporan lengkap versi pdf :

https://drive.google.com/file/d/1l4l4HSVzJxNy5upuN6UpJWcvWLNc7-Q_/view?usp=sharing