Penghimpunan Tetap Solid, Penyaluran Tepat Sasaran: UPZ UNS Salurkan Rp126 Juta kepada 408 Penerima Manfaat pada Juni 202

Unit Pengumpul Zakat Universitas Sebelas Maret (UPZ UNS) menutup aktivitas bulan Juni 2026 dengan kinerja yang tetap positif di tengah periode pasca-Ramadan dan Iduladha yang umumnya ditandai dengan penurunan aktivitas penghimpunan dana. Sepanjang bulan Juni, UPZ UNS berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp156.980.285 atau mencapai 74 persen dari target bulanan sebesar Rp211.236.741.

Capaian tersebut berasal dari penghimpunan dana zakat sebesar Rp67.010.024 atau 43 persen dari total penghimpunan, sedangkan dana infak mencapai Rp89.970.261 atau 57 persen. Dari sisi partisipasi masyarakat, tercatat sebanyak 813 transaksi donasi berhasil dihimpun, terdiri atas 334 transaksi zakat dan 479 transaksi infak. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada UPZ UNS tetap terjaga, sekaligus memperlihatkan bahwa infak masih menjadi instrumen filantropi yang paling dominan dalam mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan dakwah yang dikelola lembaga.

Dari dana yang berhasil dihimpun tersebut, UPZ UNS telah merealisasikan penyaluran sebesar Rp126.034.851 kepada 408 penerima manfaat, atau sekitar 80,3 persen dari total penghimpunan bulan Juni. Penyaluran tersebut terdiri atas dana zakat sebesar Rp24.428.253 yang disalurkan kepada 104 penerima manfaat, serta dana infak sebesar Rp101.606.598 kepada 304 penerima manfaat. Rasio penyaluran yang tinggi ini menunjukkan komitmen UPZ UNS untuk memastikan dana yang diamanahkan para donatur dapat segera memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, sekaligus tetap menjaga keberlangsungan program melalui pengelolaan kas yang sehat.

Khusus pada penyaluran dana zakat, distribusi dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat berdasarkan kelompok asnaf. Sepanjang Juni 2026, penyaluran terbesar dialokasikan kepada asnaf fisabilillah sebesar Rp10.943.000 atau 44,8 persen dari total penyaluran zakat dengan jumlah 38 penerima manfaat. Besarnya proporsi tersebut mencerminkan kuatnya komitmen UPZ UNS dalam mendukung aktivitas dakwah, pendidikan Islam, pembangunan sarana ibadah, serta berbagai program yang bertujuan memperkuat kemaslahatan umat.

Sementara itu, asnaf miskin menerima alokasi sebesar Rp4.554.000 atau 18,6 persen dari total dana zakat dan menjangkau 48 penerima manfaat, atau menjadi kelompok dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 46,2 persen dari seluruh mustahik penerima zakat bulan ini. Penyaluran kepada asnaf fakir tercatat sebesar Rp555.000 kepada 10 penerima manfaat, sedangkan untuk asnaf amil dialokasikan sebesar Rp8.376.253 atau 34,3 persen dari total dana zakat yang disalurkan kepada 8 orang amil sebagai bagian dari hak pengelolaan zakat sesuai ketentuan yang berlaku. Pada periode ini belum terdapat penyaluran kepada kelompok mualaf, gharimin, riqab, maupun ibnu sabil karena belum terdapat kebutuhan program yang memenuhi kriteria penyaluran pada bulan pelaporan.

Jika ditinjau berdasarkan pilar program, dana zakat dan infak yang disalurkan selama Juni 2026 menunjukkan keseimbangan antara program pelayanan langsung dan penguatan kelembagaan. Pilar Operasional mencatat nilai penyaluran terbesar sebesar Rp34.966.851 atau 27,74 persen, yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan layanan zakat secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Pilar Pendidikan menjadi program dengan dampak penerima manfaat paling luas. Dana sebesar Rp31.213.500 atau 24,77 persen berhasil menjangkau 251 penerima manfaat, terutama melalui program Beasiswa Adik Asuh, pembinaan, pendampingan belajar, serta berbagai kegiatan pengembangan karakter bagi penerima manfaat. Capaian ini kembali menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menjadi fokus utama pemberdayaan yang dijalankan UPZ UNS sebagai investasi sosial jangka panjang.

Pada Pilar Kemanusiaan, UPZ UNS menyalurkan dana sebesar Rp30.247.500 atau 24 persen kepada 62 penerima manfaat dalam berbagai bentuk bantuan sosial dan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Pilar Dakwah memperoleh alokasi sebesar Rp24.165.000 atau 19,17 persen kepada 23 penerima manfaat, sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan syiar Islam, pembangunan sarana ibadah, serta pembinaan keagamaan masyarakat. Adapun Pilar Kesehatan menyalurkan Rp3.442.000 kepada 62 penerima manfaat, sedangkan Pilar Ekonomi menyalurkan Rp2.000.000 kepada 2 penerima manfaat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif yang ke depan masih akan terus diperkuat.

Selain capaian penghimpunan dan penyaluran dana, bulan Juni 2026 juga diwarnai sejumlah kegiatan strategis yang memperkuat dampak program sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan. Salah satu momentum penting adalah peringatan satu tahun berdirinya Masjid Sumaryati, Masjid Impian ke-11 UPZ UNS di Kabupaten Wonogiri. Kehadiran masjid tersebut menjadi bukti bahwa program pembangunan masjid yang dijalankan UPZ UNS tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan masyarakat, serta penguatan syiar Islam di wilayah pedesaan.

Dalam bidang pendidikan, UPZ UNS kembali menyalurkan beasiswa kepada 60 anak dalam Program Beasiswa Adik Asuh dan Yatim sebagai bentuk komitmen menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program tersebut turut diperkuat melalui penyelenggaraan Sarasehan Akhir Semester Mentor GENZAKI, yang menjadi ruang evaluasi sekaligus peningkatan kualitas pendampingan akademik maupun pembinaan karakter bagi para adik asuh.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian selama Juni 2026. UPZ UNS menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pembinaan bagi relawan dengan penekanan pada pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas kerelawanan, prestasi akademik, dan pengembangan karakter. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem relawan yang profesional sekaligus berdaya saing.

Di sisi tata kelola kelembagaan, UPZ UNS melaksanakan silaturahmi dan studi banding ke Rumah ZIS-UPZ UGM sebagai langkah memperkuat praktik tata kelola yang baik (good governance), meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta mengembangkan inovasi penghimpunan dan pemberdayaan berbasis kolaborasi antarperguruan tinggi.

Seluruh capaian tersebut dijalankan oleh 8 orang amil yang didukung 9 orang relawan, yang bersama-sama mengelola proses penghimpunan, pelayanan donatur, pelaksanaan program, hingga monitoring dan evaluasi penyaluran. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu modal utama UPZ UNS dalam menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Memasuki semester kedua tahun 2026, UPZ UNS akan terus mengoptimalkan strategi penghimpunan agar target tahunan dapat tercapai, memperluas basis donatur, meningkatkan proporsi program pemberdayaan ekonomi produktif, serta memperkuat digitalisasi layanan dan sistem monitoring program. Di saat yang sama, fokus terhadap pendidikan, kemanusiaan, dan dakwah akan tetap menjadi prioritas utama agar manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan oleh masyarakat.

Dengan semangat amanah, profesional, dan kolaboratif, UPZ UNS optimistis dapat terus menghadirkan layanan filantropi Islam yang terpercaya, transparan, dan berdampak, sekaligus menjadi mitra strategis sivitas akademika UNS dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Laporan Pdf : Download